Aceh Utara, Buana.News – Komite Sekolah bersama para wali murid SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon menjalin kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dengan memasang Air Conditioner (AC) di sejumlah ruang belajar. Program tersebut dilaksanakan secara swadaya melalui musyawarah bersama guna menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik.
Pemasangan AC dilakukan sebagai bentuk dukungan orang tua dan komite sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di lingkungan SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih fokus dan optimal.
Kepala SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon, Rika Syufrina, S.Pd., menjelaskan bahwa program pemasangan AC merupakan hasil kesepakatan antara komite sekolah dan wali murid yang dicapai melalui mekanisme musyawarah bersama.
“Para wali murid dan Komite Sekolah sepakat menjalin kerja sama untuk meningkatkan kualitas sekolah melalui pemasangan alat pendingin udara di beberapa ruang belajar. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan bagi peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran,” ujar Rika Syufrina saat ditemui Buana.News, kamis (28/5/2026).
Menurutnya, seluruh proses penggalangan dana dilakukan secara transparan dan tidak diinisiasi oleh pihak sekolah. Program tersebut murni merupakan aspirasi wali murid yang disalurkan melalui Komite Sekolah demi mendukung kenyamanan belajar anak-anak mereka.
Ia menegaskan, apabila di kemudian hari muncul informasi yang menyebutkan sekolah melakukan pungutan dana tanpa dasar, maka informasi tersebut tidak benar. Sebab, seluruh keputusan terkait program tersebut telah melalui tahapan musyawarah dan mendapat persetujuan bersama.
“Dana yang disepakati sebesar Rp1 juta per siswa dan dapat dibayarkan secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun. Semua keputusan diambil melalui rapat bersama yang melibatkan wali murid dan Komite Sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rika menyebutkan, pelaksanaan program tersebut mengacu pada ketentuan yang berlaku, di antaranya Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah dan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012. Selain itu, pihak sekolah dan komite juga memiliki dokumen pendukung berupa notulen rapat, berita acara, serta surat pernyataan yang dapat diperlihatkan sewaktu-waktu sebagai bentuk akuntabilitas.
“Fasilitas AC di sekolah merupakan permohonan wali murid melalui Komite Sekolah untuk mendukung kenyamanan anak-anak mereka selama mengikuti pembelajaran,” tambahnya.
SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon sendiri merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Aceh Utara yang menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama. Melalui sistem tersebut, siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran akademik di kelas, tetapi juga tinggal di lingkungan asrama yang terintegrasi dengan pembinaan karakter, kemandirian, serta pengembangan diri selama 24 jam.
Sebagai salah satu sekolah kebanggaan masyarakat Aceh Utara, SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon terus menunjukkan berbagai prestasi membanggakan. Sekolah ini memiliki sejumlah program unggulan, salah satunya bidang public speaking, yang telah melahirkan siswa-siswi berprestasi dalam berbagai kompetisi debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di tingkat daerah maupun provinsi.

Tak hanya itu, sejumlah siswa sekolah tersebut juga berhasil meraih penghargaan sebagai Duta Pelajar Kamtibmas dan Duta Pelajar Sadar Hukum, serta menorehkan berbagai prestasi pada ajang kompetisi tingkat provinsi.

Prestasi akademik siswa SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon juga terus menunjukkan perkembangan positif. Salah seorang siswa berbakat di bidang public speaking bahkan berhasil lolos secara bersamaan ke Fakultas Kedokteran melalui dua jalur berbeda, yakni jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Malikussaleh dan jalur talenta di Universitas Syiah Kuala (USK).
Melalui kolaborasi yang erat antara sekolah, komite, dan wali murid, SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang nyaman, berkualitas, serta mampu melahirkan generasi muda berprestasi dan berdaya saing tinggi.






