Beranda Aceh Utara Mukhtaruddin: UMKM dan Wirausaha Muda Harus Jadi Pondasi Ekonomi Aceh Utara

Mukhtaruddin: UMKM dan Wirausaha Muda Harus Jadi Pondasi Ekonomi Aceh Utara

Aceh Utara,Buana News — Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Aceh Utara, Mukhtaruddin, M.Pd, menyatakan dukungannya terhadap visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa), Rabu 23 September 2026.

Visi resmi Pemkab Aceh Utara saat ini adalah “Aceh Utara Bangkit, Sejahtera, Bermartabat, dan Berkelanjutan”, dengan salah satu misi meningkatkan perekonomian daerah pada berbagai sektor unggulan.

Menurut Mukhtaruddin, penguatan sektor tenaga kerja, UMKM dan wirausaha muda perlu menjadi salah satu pondasi penting dalam pembangunan ekonomi Aceh Utara.

Ia menyebut, berdasarkan data yang dimilikinya, komunitas UMKM di Aceh Utara telah mencapai lebih dari 2.000 pelaku usaha dengan kemampuan menyerap sekitar 3.700 tenaga kerja.

“Menurut saya, sektor UMKM dan pengusaha milenial harus menjadi prioritas. Di sinilah salah satu gerbang kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Aceh Utara ke depan,” ujar Mukhtaruddin.

Ia menilai, potensi tersebut tidak hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Salah satu contoh yang disebutnya adalah Teuku Muhammad Imam Shiddiq, pengusaha muda berusia sekitar 20 tahun yang mengembangkan produk Keripik Pisang Koin Madu melalui usaha IBDA. Produk tersebut memanfaatkan pisang Cavendish sebagai bahan baku.

Pengembangan usaha berbasis komoditas lokal ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Sebelumnya, pemberitaan mengenai usaha Koin Madu juga mencatat bahwa produk tersebut dikembangkan dari kebun pisang keluarga di Kecamatan Simpang Keuramat dan telah memenuhi sejumlah legalitas usaha, termasuk NIB, sertifikat halal dan P-IRT. Produk itu juga telah dipasarkan di sejumlah kios dan kafe di Aceh Utara.

Mukhtaruddin mengatakan, keberadaan pelaku usaha muda seperti Imam Shiddiq menunjukkan bahwa Aceh Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kreatif dan produk unggulan berbasis sumber daya lokal.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama dunia usaha dan perusahaan nasional maupun daerah yang beroperasi di Aceh Utara dapat memperkuat pendampingan terhadap UMKM, mulai dari permodalan, peningkatan kualitas produk, legalitas, kemasan, pemasaran hingga akses pasar nasional dan global.

“Banyak produk UMKM Aceh Utara yang sebenarnya sudah naik kelas dan layak dipasarkan lebih luas. Yang dibutuhkan sekarang adalah pendampingan dan fasilitasi yang berkelanjutan,” katanya.

Mukhtaruddin juga mendorong agar sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, lembaga pendamping, perusahaan dan generasi muda terus diperkuat.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada investasi berskala besar, tetapi juga perlu memberikan ruang yang kuat bagi usaha masyarakat agar mampu tumbuh dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kalau UMKM tumbuh, tenaga kerja terserap dan produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas, maka dampaknya akan kembali kepada masyarakat. Ini yang kita harapkan menjadi bagian dari gerakan Aceh Utara Bangkit,” ujar Mukhtaruddin.

Pemkab Aceh Utara sendiri dalam dokumen perencanaan pembangunan menempatkan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas SDM dan penciptaan peluang usaha sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah.

Dengan potensi ribuan pelaku UMKM dan semakin munculnya wirausaha muda, penguatan ekosistem usaha lokal dinilai dapat menjadi salah satu jalur untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Pasee.