
Aceh Utara, Buana.News – Sebanyak 384 peserta yang tergabung dalam 128 grup layangan ambil bagian dalam ajang bergengsi Layang Tunang Cot Matahe Cup 2026 yang digelar di Gampong Cot Matahe, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Turnamen yang menjadi salah satu kompetisi layang tunang terbesar di wilayah tersebut resmi dibuka pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya permainan tradisional masyarakat Aceh itu mendapat dukungan dari sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi para budayawan dan pecinta layangan dari Kota Lhokseumawe serta Kabupaten Aceh Utara.
Ketua Panitia Layang Tunang Cot Matahe Cup 2026, Erwin, mengatakan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen datang dari anggota DPRK Aceh Utara daerah pemilihan setempat, yakni Keuchik Ba’ang dari Partai Aceh dan Fakhrurrazi dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Menurutnya, tingginya jumlah peserta yang mendaftar menjadi bukti bahwa tradisi permainan layang tunang masih diminati masyarakat dan tetap mampu bertahan di tengah perkembangan teknologi serta berbagai bentuk hiburan modern.
“Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 384 peserta ikut ambil bagian dalam turnamen Layang Tunang Cot Matahe Cup 2026. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa budaya permainan layang masih hidup dan dicintai masyarakat,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan, kompetisi dilaksanakan menggunakan sistem gugur. Pada setiap babak penyisihan, peserta yang berhasil menempati peringkat pertama hingga keempat berhak melaju ke babak semifinal sebelum memperebutkan tiket menuju partai puncak.
“Empat peserta terbaik dari setiap babak akan melanjutkan persaingan ke semifinal untuk memperebutkan posisi terbaik menuju final,” katanya.
Untuk menjaga kualitas dan standar perlombaan, panitia menetapkan sejumlah aturan teknis. Layangan yang dilombakan harus memiliki ukuran minimal 50 sentimeter dan mampu terbang hingga ketinggian sekitar 500 meter.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung selama sekitar sepuluh hari. Setiap hari, panitia menggelar dua sesi pertandingan yang diikuti puluhan layangan yang akan bersaing memperebutkan posisi terbaik guna melangkah ke babak berikutnya.
Erwin menambahkan, peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari berbagai komunitas dan kelompok pecinta layangan yang tersebar di Kota Lhokseumawe maupun Kabupaten Aceh Utara. Sejak pendaftaran dibuka, minat masyarakat untuk berpartisipasi terus meningkat hingga mencapai ratusan peserta.
Selain sebagai ajang kompetisi, Layang Tunang Cot Matahe Cup 2026 juga menjadi sarana mempererat hubungan antarbudayawan layang sekaligus upaya mempertahankan dan mengembangkan warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Event ini tidak hanya mencari juara, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan antarpecinta layang serta menjaga agar tradisi budaya layang tetap lestari dan berkembang di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang, panitia menyediakan trofi dan uang pembinaan dengan total hadiah mencapai Rp10 juta. Juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.
Di akhir kegiatan, Erwin berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi nilai sportivitas selama turnamen berlangsung serta terus berperan aktif dalam melestarikan budaya layang tunang sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Aceh.
“Kami berharap para budayawan dan pecinta layang tetap kompak, menjunjung sportivitas, serta terus berkontribusi dalam mengembangkan dan melestarikan budaya layang sebagai warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.