Home Aceh Bau Limbah Diduga dari Operasional SPPG Buket Rata Dikeluhkan Warga, Pengelola Janji...

Bau Limbah Diduga dari Operasional SPPG Buket Rata Dikeluhkan Warga, Pengelola Janji Evaluasi

Foto: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Ridefa Aceh Maju Bersama di kawasan Buket Rata, Gampong Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Lhokseumawe, Buana.News – Sejumlah warga di sekitar lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ridefa Aceh Maju Bersama di kawasan Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan tersebut muncul karena bau menyengat yang tercium hampir setiap hari dinilai telah mengganggu kenyamanan masyarakat dan pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi SPPG yang terletak di Jalan Medan–Banda Aceh, tepat di depan RSUD Cut Meutia.

Menurut keterangan salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, aroma tidak sedap tersebut paling sering tercium pada siang hingga sore hari, terutama saat cuaca panas dan arah angin mengarah ke permukiman warga.

“Ketika angin bertiup ke arah rumah warga dan tempat usaha di sekitar lokasi, bau yang muncul cukup menyengat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kami berharap ada langkah penanganan agar kondisi ini tidak terus berlanjut,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Warga menyebutkan, persoalan tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Selain mengganggu kenyamanan lingkungan, aroma limbah juga dikeluhkan oleh sejumlah pengunjung warung kopi dan pelaku usaha yang beroperasi di sekitar area tersebut.
Masyarakat berharap pengelolaan limbah dari aktivitas operasional SPPG dapat dilakukan secara lebih optimal agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan warga.

Selain itu, warga meminta instansi terkait untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap sistem pengolahan limbah yang digunakan, sehingga program pelayanan gizi kepada masyarakat tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Meunasah Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Fahmi, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan limbah, termasuk meningkatkan frekuensi pembersihan dan penanganan di lokasi.

Menurut Fahmi, pengelolaan limbah secara teknis merupakan tanggung jawab pihak mitra yang bekerja sama dengan SPPG. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen mencari solusi agar persoalan yang dikeluhkan warga dapat segera diatasi.

“Sebagai pengelola SPPG, kami akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari jalan keluar terbaik agar permasalahan ini tidak berlarut-larut,” kata Fahmi.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya saluran pembuangan yang menghubungkan lokasi SPPG dengan aliran Sungai Alue Raya. Akibatnya, limbah tidak dapat dialirkan secara maksimal dan berpotensi menumpuk di area penampungan.

Meski demikian, kata dia, pihak pengelola selama ini telah melakukan penyedotan atau pengangkutan limbah secara berkala setiap dua minggu sekali. Ke depan, frekuensi penanganan tersebut akan ditingkatkan guna mencegah terjadinya penumpukan limbah yang dapat menimbulkan bau tidak sedap .

“Kami akan mempertimbangkan penanganan secara lebih rutin, bahkan bisa dilakukan setiap minggu apabila memang diperlukan,” ujarnya.

Sementara itu, Mauliza Mitra SPPG Mesjid Punteut saat di konfirmasi menjelaskan, terkait limbah di dapur biasa pihak mitra melakukan gotong rotong dua minggu sekali untuk pembersihan parit agar saluran parit lancar.

“Selanjutnya kami juga akan melakukan demikian dan pemeliharaan ipal lebih intensif lagi kedepannya,” demikian ujarnya

Exit mobile version