Beranda Aceh Utara Video TikTok “Pak Tam” Picu Polemik di Tanah Luas, Forum Geuchik Ancam...

Video TikTok “Pak Tam” Picu Polemik di Tanah Luas, Forum Geuchik Ancam Tempuh Jalur Hukum

Aceh Utara, Buana News — Polemik panas mewarnai upaya normalisasi saluran irigasi di wilayah Tanah Luas setelah sebuah akun TikTok milik sosok yang dikenal dengan sebutan “Pak Tam (Fakhrurradi)” diduga menyebarkan pernyataan kontroversial terkait sumber pendanaan pengerjaan proyek tersebut. Video yang beredar luas itu memantik kemarahan warga, aparatur gampong, hingga Forum Geuchik Tanah Luas.

Dalam video tersebut, “Pak Tam” menyebut empat unit alat berat excavator yang telah bekerja selama sekitar 20 hari merupakan bantuan dari Bupati Aceh Utara, bukan hasil swadaya masyarakat melalui patungan gampong. Pernyataan itu langsung menuai reaksi keras karena dianggap bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah aparatur desa dan tokoh masyarakat, normalisasi saluran irigasi dilakukan melalui kesepakatan bersama para geuchik dan masyarakat dengan sistem swadaya demi mempercepat proses turun ke sawah setelah saluran irigasi terbengkalai selama kurang lebih enam tahun terakhir. Sementara satu unit excavator bantuan dari Dinas PUPR disebut baru tiba pada Kamis sore, 14 Mei 2026.

Tak hanya itu, akun tersebut juga menuding sejumlah media nasional dan lokal telah menyebarkan “berita hoaks” dengan menggunakan foto lama terkait pemberitaan gotong royong dan swadaya masyarakat dalam normalisasi irigasi. Media yang disebut dalam tudingan itu di antaranya mengedit foto lama kemudian mempublikasikan secara resmi.

Pernyataan tersebut dinilai telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat dan memperkeruh suasana yang selama ini mulai kondusif setelah adanya gerakan bersama para geuchik untuk memulihkan saluran irigasi pertanian.

Ketua Forum Geuchik Tanah Luas, Al-Halim Ali, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam apabila video tersebut tidak segera diklarifikasi.

“Apa yang disampaikan dalam video itu telah menimbulkan keresahan dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap forum geuchik maupun unsur muspika. Jika tidak ada klarifikasi terbuka, kami akan menempuh jalur hukum dan melaporkan persoalan ini kepada pihak terkait,” tegasnya.

Menurut sejumlah warga, polemik ini sangat disayangkan karena perjuangan masyarakat mengumpulkan dana secara swadaya untuk menyewa alat berat dilakukan demi kepentingan petani dan keberlangsungan sektor pertanian di Tanah Luas.

Masyarakat berharap semua pihak menahan diri dan tidak menggiring opini yang dapat memecah belah persatuan warga. Mereka juga meminta agar informasi yang disampaikan ke publik tetap mengedepankan fakta dan data agar tidak menimbulkan fitnah maupun kegaduhan baru di tengah masyarakat.