Beranda Aceh Utara Miris! Demi Keselamatan Siswa, Sekolah Negeri di Aceh Utara Dipagari Bambu

Miris! Demi Keselamatan Siswa, Sekolah Negeri di Aceh Utara Dipagari Bambu

Aceh Utara, Buana News – Kondisi memprihatinkan terjadi di SMP Negeri 2 Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, sekolah ini justru harus bertahan dengan pagar bambu seadanya demi melindungi siswa dari ancaman hewan ternak yang kerap masuk ke lingkungan sekolah.

Pemandangan pagar bambu sepanjang lebih dari 100 meter itu kini menjadi simbol keterbatasan sekaligus ironi dunia pendidikan di daerah. Berlokasi di Alue Gampong, Kecamatan Tanah Luas, sekolah ini seakan luput dari perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara.

Pagar darurat tersebut bukan bagian dari program pemerintah, melainkan inisiatif langsung kepala sekolah. Langkah ini diambil lantaran kondisi mendesak yang tak kunjung mendapat respons, meski pengajuan telah dilakukan berulang kali melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kepala SMP Negeri 2 Tanah Luas, Aiyub, S.Pd., Rabu (6/5/2026), mengungkapkan bahwa pihak sekolah terpaksa bertindak sendiri demi keselamatan siswa.

“Sudah 20 tahun sekolah ini tidak memiliki pagar permanen di sebagian area, panjangnya sekitar 100 meter lebih. Kami sudah mengajukan berkali-kali melalui Dapodik, bahkan mencoba dari luar dinas, tapi belum juga terealisasi,” ujar Aiyub kepada wartawan.

Menurutnya, keberadaan pagar sangat vital, bukan hanya untuk estetika, tetapi juga keamanan. Hewan ternak milik warga kerap masuk ke halaman sekolah, merusak tanaman, bahkan berpotensi membahayakan siswa.

“Ini bukan sekadar soal keindahan. Ini soal keamanan anak-anak. Kami punya 195 siswa yang setiap hari belajar di lingkungan yang tidak sepenuhnya aman,” tambahnya.

Ironisnya, sebagian pagar sepanjang sekitar 250 meter memang telah dibangun permanen. Namun sisanya masih dibiarkan terbuka tanpa solusi nyata dari pihak berwenang.

Situasi ini memicu tanda tanya besar terhadap keseriusan Disdikbud Aceh Utara dalam memastikan kelayakan fasilitas pendidikan. Di saat berbagai program peningkatan kualitas pendidikan digaungkan, fakta di lapangan justru menunjukkan masih adanya kebutuhan dasar yang terabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikbud Aceh Utara, Herman, yang dikonfirmasi Buana News melalui pesan washap belum memberikan tanggapan terkait kondisi tersebut.

Kondisi SMPN 2 Tanah Luas ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Publik menanti langkah konkret, bukan sekadar janji, agar dunia pendidikan tidak lagi diwarnai kisah miris seperti ini.