Aceh Utara, Buana News – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Aula Kantor Camat Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (30/1/2026), saat berlangsungnya pengucapan sumpah jabatan dan pelantikan Geuchik Gampong Hueng, Gampong Keutapang, dan Gampong Rayeuk Naleung, sekaligus Pergantian Antar Waktu (PAW) Tuha Peut Gampong Paya Beurandang.
Prosesi sakral tersebut dipimpin langsung oleh Camat Tanah Luas, Bakhtiar, SE, yang bertindak atas nama pemerintah daerah. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting yang menandai lahirnya kembali harapan masyarakat terhadap kepemimpinan gampong yang amanah, jujur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, para geuchik dan Tuha Peut yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan dengan disaksikan oleh unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat. Setiap lafaz sumpah yang terucap seakan menjadi janji suci, tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Acara ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Danramil 10 Tanah Luas, Kapolsek Tanah Luas, Kepala KUA, Imum Mukim, Ketua Forum Geuchik, para tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat Kecamatan Tanah Luas. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi dan dukungan moral bagi kepemimpinan gampong yang baru.
Dalam sambutannya, Bakhtiar, SE, menegaskan bahwa jabatan Geuchik dan Tuha Peut bukanlah kehormatan semata, melainkan amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Allah SWT.
“Jabatan ini bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk diabdikan. Jadilah pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan rakyat, serta mampu menjaga nilai-nilai adat dan syariat yang menjadi jati diri Aceh,” ujar Bakhtiar dengan nada penuh penekanan.
Ia juga mengajak seluruh aparatur gampong yang baru dilantik untuk bekerja dengan hati, menjunjung tinggi kejujuran, serta memperkuat persatuan demi kemajuan gampong masing-masing.
Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat yang hadir berharap, kepemimpinan yang baru ini mampu membawa angin segar bagi pembangunan gampong, menjaga keharmonisan sosial, serta menjadi teladan dalam sikap dan perbuatan.
Pelantikan ini menjadi pengingat bahwa pemerintahan gampong adalah fondasi utama dalam membangun daerah, tempat harapan masyarakat kecil dititipkan. Di Aula sederhana itu, doa-doa pun dipanjatkan, agar para pemimpin yang baru dilantik senantiasa diberi kekuatan, keikhlasan, dan kebijaksanaan dalam mengemban tugas.
Dengan berakhirnya prosesi pelantikan, harapan pun kembali tumbuh—bahwa dari gampong, perubahan dan kebaikan akan terus menyala untuk Aceh Utara yang lebih bermartabat.






