Beranda Aceh Utara Isu Konflik Iran–AS Picu Panic Buying BBM, Kapolres Aceh Utara: Masyarakat Diminta...

Isu Konflik Iran–AS Picu Panic Buying BBM, Kapolres Aceh Utara: Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Aceh Utara, Buana News – Isu keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat dan dikaitkan dengan konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran publik. Di sejumlah tempat bahkan muncul gejala panic buying, di mana masyarakat membeli BBM dalam jumlah berlebihan karena khawatir stok akan menipis.

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Aceh Utara Trie Aprianto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Kapolres menegaskan bahwa hingga saat ini ketersediaan BBM di wilayah Aceh Utara masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Saat ini ketersediaan BBM masih cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar AKBP Trie Aprianto, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kepanikan yang tidak berdasar justru dapat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Jika masyarakat membeli BBM dalam jumlah yang tidak wajar, hal tersebut dapat mengganggu kelancaran distribusi dan berdampak pada masyarakat lain yang juga membutuhkan bahan bakar.

Kapolres juga mengingatkan bahwa banyak informasi yang beredar di media sosial belum tentu benar dan sering kali memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum tentu benar,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Polres Aceh Utara juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari. Dengan sikap yang tenang dan bijak, diharapkan stabilitas serta ketertiban di tengah masyarakat tetap terjaga, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu oleh kepanikan yang tidak perlu.