
Lhokseumawe, Buana.News – Grup layang Dumhoe Kajak Kusetet sukses memborong dua posisi juara pada Open Turnamen Layang Tunang yang digelar di Lapangan Bangka, Gampong Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Minggu (17/5/2026). Sementara itu, Grup Pertamina yang turut dimotori panitia pelaksana harus puas menempati posisi ketiga.
Turnamen layang tunang bergengsi tersebut diikuti sejumlah grup dan pegiat layang dari Kota Lhokseumawe serta Aceh Utara. Sebanyak 18 layangan terbaik sebelumnya telah memastikan diri lolos ke babak final setelah melalui persaingan ketat pada babak penyisihan.
Ketua Panitia, Jamaluddin yang akrab disapa Din Black, bersama panitia pelaksana Morizal Amd alias Zal Casper, menyiapkan sistem penilaian profesional dengan menghadirkan tiga wasit, yakni Apacut sebagai Wasit 1, Fauzan sebagai Wasit 2, dan Faisal sebagai Wasit 3.
Babak final berlangsung sengit dengan durasi penilaian selama 10 menit untuk menentukan juara pertama. Selanjutnya, panitia menambah waktu dua menit guna menentukan posisi juara kedua dan tambahan dua menit terakhir untuk menetapkan juara ketiga.
Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam mengendalikan layangan di tengah sorakan penonton yang memadati area lapangan. Sportivitas antarpeserta juga menjadi perhatian utama selama pertandingan berlangsung.
Ketua Panitia Jamaluddin didampingi Morizal Amd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menjaga sportivitas hingga turnamen berjalan aman dan lancar.
“Kami panitia pelaksana Open Turnamen Layang Tunang Lapangan Bangka mengucapkan selamat kepada para juara. Bagi peserta yang belum berhasil meraih kemenangan, jangan berkecil hati. Semoga di event-event berikutnya bisa memperoleh hasil terbaik,” ujar Din Black.
Menurutnya, turnamen layang tunang tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi wadah silaturahmi bagi komunitas dan budayawan layang di Lhokseumawe maupun Aceh Utara.
“Event ini menjadi sarana mempererat hubungan antarpenggemar layang serta menjaga tradisi budaya layang tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam turnamen itu, panitia menyediakan hadiah berupa trofi dan uang pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.
Di akhir kegiatan, Jamaluddin berharap kekompakan antarkomunitas layang terus terjalin dan para budayawan layang tetap aktif mengembangkan tradisi tersebut di masa mendatang.
“Kami berharap seluruh budayawan layang terus kompak dan terus berkiprah dalam melestarikan budaya layang di daerah ini,” pungkasnya.