Home Aceh Utara Fakhrurrazi “Pak Tam” Klarifikasi dan Minta Maaf, Akui Salah Sebarkan Informasi Soal...

Fakhrurrazi “Pak Tam” Klarifikasi dan Minta Maaf, Akui Salah Sebarkan Informasi Soal Excavator di Tanah Luas

Aceh Utara, Buana News – Fakhrurrazi atau yang akrab disapa “Pak Tam” akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat Kecamatan Tanah Luas terkait polemik informasi excavator normalisasi saluran irigasi yang sempat viral melalui akun TikTok miliknya.

Pada Sabtu, 16 Mei 2026, Pak Tam mengakui dirinya telah keliru dalam menganalisis informasi di lapangan sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Dengan nada penuh penyesalan, ia menyatakan bahwa empat unit excavator yang telah bekerja selama sekitar 20 hari di wilayah Tanah Luas memang benar merupakan hasil swadaya para geuchik dan masyarakat desa, bukan bantuan penuh dari pemerintah daerah sebagaimana yang sebelumnya ia sampaikan dalam video kontroversialnya.

Sementara itu, ia juga mengakui bahwa bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara hanya berupa tambahan satu unit excavator yang tiba pada Kamis, 14 Mei 2026.

“Saya mengakui telah salah dan silap dalam menyampaikan informasi. Saya meminta maaf kepada masyarakat Tanah Luas, para geuchik, muspika, dan semua pihak yang merasa dirugikan. Saya siap menghapus video sebelumnya dan membuat video klarifikasi ulang agar tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Pak Tam dengan nada lirih.

Permintaan maaf tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat yang sebelumnya sempat dibuat bingung akibat simpang siur informasi terkait sumber pembiayaan normalisasi irigasi yang selama ini menjadi harapan besar petani untuk kembali turun ke sawah setelah saluran terbengkalai bertahun-tahun.

Ketua Forum Geuchik Tanah Luas, Al-Halim Ali, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara atas bantuan satu unit excavator tambahan yang telah diberikan untuk mendukung percepatan normalisasi saluran irigasi.

Menurutnya, bantuan tersebut diterima dengan baik dan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani di Tanah Luas. Namun ia menyesalkan munculnya narasi di media sosial yang tidak sesuai fakta sehingga sempat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap forum geuchik dan unsur muspika.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara atas bantuan satu unit excavator tambahan. Bantuan itu sangat berarti bagi masyarakat. Namun yang kami sesalkan adalah adanya pengakuan influencer di lapangan yang tidak sesuai fakta sehingga memunculkan persepsi buruk dan mengurangi kepercayaan masyarakat kepada kami, padahal selama ini kami terus berupaya maksimal mendukung kinerja pemerintah daerah demi kepentingan rakyat,” tegas Al-Halim Ali.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi di media sosial. Di tengah tingginya pengaruh konten digital terhadap opini publik, masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan verifikasi data sebelum menyebarkan informasi agar tidak memicu keresahan maupun perpecahan di tengah masyarakat.

 

Exit mobile version