Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang juga Sekretaris Komisi VII, Yahdi Hasan, mengeluarkan suara keras untuk mengecam aksi pengeroyokan terhadap tokoh masyarakat Aceh, Haji Faisal, yang terjadi di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Kamis (26/3/2026).
Peristiwa yang terjadi di dalam kantor institusi penegak hukum dianggapnya sangat memprihatinkan, mengingat lingkungan tersebut seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat dalam mencari keadilan.
“Kita tidak bisa menerima bahwa sebuah tindakan kekerasan semacam ini bisa terjadi di dalam lingkungan kepolisian,” ujar Yahdi Hasan, yang merupakan politisi senior Parta Aceh, Senin (30/3/2026).
“Ini bukan hanya masalah terhadap individu Haji Faisal, tetapi juga mengenai kehormatan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum negara, serta perlindungan yang seharusnya diberikan kepada setiap warga negara, termasuk warga Aceh,” sambungnya.
Yahdi Hasan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas, transparan, dan tanpa pandang bulu.
“Semua pihak yang terlibat, baik pelaku langsung maupun yang menjadi dalang di balik aksi pengeroyokan ini, harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum,” tegasnya.
Yahdi juga menyoroti bahwa kejadian ini menjadi cerminan penting terkait komitmen negara dalam menjaga keamanan dan hak-hak seluruh rakyatnya.
“Warga Aceh, seperti warga negara Indonesia lainnya, berhak mendapatkan perlindungan hukum yang layak. Negara tidak boleh tinggal diam dan harus menunjukkan bahwa hukum berlaku sama untuk semua orang, tanpa memandang latar belakang atau daerah asal,” tandasnya.
Sebagai informasi, insiden pengeroyokan terjadi saat Haji Faisal memenuhi panggilan klarifikasi di ruang penyidik Polda Metro Jaya. Korban mengalami luka lebam serius pada beberapa bagian tubuh dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Pihak kepolisian telah mengamankan tiga pelaku dan tengah melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mengeksplorasi dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang diduga memiliki peran di balik peristiwa tersebut. (Adv)






