Beranda Aceh Disdikbud dan PGRI Aceh Utara Salurkan Santunan untuk Guru dan Siswa Korban...

Disdikbud dan PGRI Aceh Utara Salurkan Santunan untuk Guru dan Siswa Korban Banjir Bandang dan Longsor

Aceh Utara, Buana News – Duka mendalam masih menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Utara pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November hingga Desember 2025. Di tengah suasana pilu itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan sosial dan santunan kepada keluarga guru, tenaga kependidikan (GTK), serta siswa yang meninggal dunia akibat bencana.

Ketua PGRI Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan solidaritas organisasi terhadap keluarga besar pendidik dan peserta didik yang terdampak langsung musibah.

“PGRI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang peka terhadap tragedi kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk menyalurkan bantuan secara transparan dan tepat sasaran, terutama bagi keluarga besar pendidik yang mengalami kehilangan atau kerugian besar,” ujar Jamaluddin, Kamis (25/12/2025).

Adapun korban meninggal dunia dari keluarga besar Disdikbud dan PGRI Aceh Utara meliputi Hj. Fitria, M.Pd., Kepala SD Negeri 1 Samudera; Roslinawati, tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Samudera; Muhammad Jamil, KTU TK Pembina Bayu; serta Zamaryati, S.Pd., guru SD Negeri 3 Sawang.
Selain itu, bencana juga merenggut nyawa tiga siswa SD Negeri 5 Muara Batu, masing-masing Suhaela Nafian, Syaila Ayyamina, dan Izzara Wajza, yang kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, guru, dan teman-teman sekolah.

Penyaluran santunan ini mendapat dukungan luas dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari PGRI Kabupaten Sumbawa Barat yang menyalurkan donasi solidaritas sebesar Rp.50 juta. Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa duka Aceh Utara juga dirasakan oleh para pendidik di seluruh penjuru Nusantara.

Sejak pertengahan Desember, Satgas PGRI Aceh Peduli bersama pengurus PGRI Aceh Utara telah turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan paket bantuan ke posko-posko pengungsian dan keluarga korban. Kehadiran mereka tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga dukungan moril bagi para penyintas yang masih berjuang memulihkan diri dari trauma bencana.

Selain santunan, PGRI Aceh Utara terus berkoordinasi dengan Disdikbud setempat untuk memastikan keselamatan guru dan siswa, mengingat banyak fasilitas sekolah yang rusak dan terendam banjir. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi darurat.

Langkah-langkah kemanusiaan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban psikologis dan ekonomi keluarga korban, sekaligus menjadi penguat semangat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. Di tengah kehilangan yang tak tergantikan, solidaritas dan kepedulian menjadi cahaya yang menguatkan dunia pendidikan Aceh Utara untuk bangkit kembali.