Beranda Aceh Utara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara Gelar Festival Literasi 2026, Dorong Generasi...

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara Gelar Festival Literasi 2026, Dorong Generasi Muda Gemar Membaca dan Berkarya

Festival Literasi 2026 di Lingkungan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara, di Lhoksukon, Kamis (20/8/2026).

Aceh Utara, Buana.News – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara menggelar Festival Literasi 2026 dengan mengusung tema “Membuka Jendela Dunia Menuju Karya Masa Depan”. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (20/8/2026).

Festival yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus meningkatkan minat baca dan kemampuan berkarya di kalangan generasi muda Aceh Utara.

Kegiatan yang mendapat dukungan Bank Indonesia tersebut diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat dari sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Utara.

Selain mendorong kegemaran membaca, Festival Literasi 2026 juga memberikan edukasi kepada para peserta mengenai literasi keuangan, khususnya pengenalan mata uang rupiah. Peserta dibekali pengetahuan mengenai cara mengenali dan menggunakan uang rupiah dengan baik serta memahami ciri-ciri keaslian uang untuk menghindari peredaran uang palsu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, Teuku Cut Ibrahim, melalui Sekretaris Dinas, Muhammad Taufieq, SE, MSE, mengatakan Festival Literasi 2026 tidak hanya menjadi ajang kegiatan membaca, tetapi juga sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang literasi.

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara saat ini terus menggalakkan budaya literasi agar generasi muda semakin tertarik dan fokus terhadap kegiatan membaca,” ujar Muhammad Taufieq.

Menurutnya, literasi memiliki cakupan yang luas dan tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Karena itu, dalam festival tersebut para peserta diberikan berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kreativitas serta kemampuan mereka dalam menghasilkan karya.

Muhammad Taufieq menjelaskan, sejumlah materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut antara lain pelatihan mendongeng, menulis cerita pendek (cerpen), serta pelatihan terkait resensi buku. Materi tersebut diharapkan mampu membangun keberanian peserta untuk menuangkan ide, gagasan, pengalaman, dan imajinasi ke dalam bentuk karya.

“Dalam kegiatan literasi ini kita lebih fokus pada pelatihan. Para siswa dilatih untuk berdongeng, menulis cerpen, serta membuat resensi buku,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara untuk menjaring talenta-talenta muda yang memiliki minat dan kemampuan di bidang literasi. Para peserta yang menunjukkan potensi diharapkan dapat terus dibina sehingga nantinya mampu menjadi penggerak literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Muhammad Taufieq berharap seluruh rangkaian Festival Literasi 2026 dapat berlangsung sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan budaya membaca serta kreativitas generasi muda di Aceh Utara.

“Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini kita harapkan dapat berjalan dengan baik dan menjadi semangat bagi generasi muda kita untuk terus berkarya, sehingga nantinya mampu mengharumkan nama Aceh Utara, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya.