Home News Banjir Landa Kabupaten Berau, Dua Warga Meninggal Dunia

Banjir Landa Kabupaten Berau, Dua Warga Meninggal Dunia

Foto: Banjir yang merendam Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (25/3) (BPBD Kabupaten Berau)

Jakarta, Buana.News – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Senin (25/3/2025) menyebabkan Sungai Kelay meluap, mengakibatkan banjir besar yang merendam dua kecamatan dan tujuh desa.

Akibat bencana alam tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia, yakni Yea Deng (70 tahun) dan Lajiu Langa (68 tahun).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir ini berdampak signifikan pada Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Teluk Bayur.

“Tujuh desa yang terdampak antara lain, Desa Tumbit Dayak, Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Pegat Baru, Labanan Makarti dan Tumbit Melayu.
Bahkan, hingga saat ini, proses pendataan korban jiwa dan kerugian materiil masih berlangsung,” jelas Abdul Muhari.

Selain itu, tambah Muhari, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau) bergerak cepat dengan melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir. Relawan dan instansi terkait turut dikerahkan untuk mendata korban, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak.

“Pendataan terhadap kebutuhan logistik dan medis terus dilakukan agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran,” tambahnya.

Kata Muhari, banjir ini juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur serta permukiman warga. Beberapa fasilitas umum, seperti jembatan dan sekolah, turut terdampak. Meski proses pemulihan masih dalam tahap awal, BPBD Kabupaten Berau terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mempercepat upaya pemulihan.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di beberapa wilayah. Masyarakat diminta untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, makanan darurat, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya,” ujar Abdul Muhari.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengikuti arahan petugas jika terjadi evakuasi, serta memantau informasi cuaca dan kondisi terkini melalui sumber resmi.

Dengan langkah cepat dalam penanganan bencana serta kesadaran masyarakat, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan dan pemulihan wilayah terdampak bisa segera dilakukan.

Exit mobile version