Aceh Utara, Buana News — Seni budaya tradisional Poh Kipah kembali menunjukkan eksistensinya dalam panggung peringatan 800 Tahun Samudra Pasai, Rabu (8/9/2026). Penampilan tersebut dibawakan oleh Syeh Seni Budaya Aceh Poh Kipah, Yusran Yus.
Penampilan Poh Kipah dalam momentum bersejarah tersebut mendapat apresiasi. Namun, di sisi lain, kegiatan itu juga menjadi pengingat bahwa seni budaya tradisional Aceh Utara membutuhkan perhatian dan pembinaan yang lebih serius dari pemerintah.
Selama ini, para pelaku seni dan seniman tradisional turut berperan dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Akan tetapi, upaya pelestarian tersebut tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab para seniman.
Pemerintah Aceh Utara dan Pemerintah Aceh diharapkan dapat memberikan ruang pembinaan yang berkelanjutan, termasuk melalui lembaga adat seperti Majelis Adat Aceh (MAA).
Syeh Yusran Yus diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan seni budaya Poh Kipah, khususnya dalam membangun regenerasi di kalangan generasi muda.
Poh Kipah tidak semestinya hanya ditampilkan ketika ada kegiatan atau acara seremonial. Lebih dari itu, kesenian tersebut membutuhkan pembinaan, pendokumentasian, pelatihan, dukungan terhadap sanggar dan seniman, serta ruang tampil yang berkelanjutan.
“Jangan sampai seni budaya kita hanya dipanggil ketika ada panggung. Setelah acara selesai, pembinaan juga ikut selesai. Pemerintah perlu hadir secara berkelanjutan agar Poh Kipah tetap hidup dan memiliki generasi penerus,” harap Yusran Yus.
Karena itu, momentum peringatan 800 Tahun Malikussaleh hendaknya menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali perhatian terhadap seni budaya lokal.
Pemerintah dan Majelis Adat Aceh diharapkan tidak hanya memberikan apresiasi dalam bentuk panggung, tetapi juga menghadirkan pembinaan nyata bagi para pelaku seni budaya Poh Kipah.
“Melestarikan budaya bukan sekadar mempertahankan sebuah pertunjukan, melainkan menjaga identitas dan warisan sejarah agar tetap dikenal oleh generasi yang akan datang”, ujarnya.
Poh Kipah adalah bagian dari kekayaan budaya Aceh Utara. Jangan hanya dipertontonkan, tetapi harus dibina, dilestari dan diwariskan.
