Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rijaluddin, mengungkapkan bahwa seluruh anggota dewan ingin bertemu dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tanpa keikutsertaan pimpinan.
Hal tersebut disampaikan Rijaluddin dalam Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRA Zulfadhli dan dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Senin (6/4/2026).
Keinginan bertemu Mualem ini diutarakan Rijaluddin pada akhir Rapat Paripurna tersebut. Pada kesempatan ini, Rijaluddin melayangkan interupsi yang menyampaikan bahwa seluruh anggota legislatif ingin bertemu dengan Mualem tanpa pimpinan lembaga itu.
Interupsi Rijaluddin sempat dipotong oleh pimpinan sidang, yang dalam hal ini dipimpin langsung Ketua DPRA Zulfadhli, namun politisi Partai PKB ini tetap berbicara.
Saat memotong pembicaraan Rijaluddin, Zulfadli menyebut jika Mualem ada agenda lainnya, dan mengaku akan melanjutkan rapat dikesempatan lain. Bahkan saat Rijaluddin tetap berbicara, Zulfadli sempat memanggil namanya dengan nada tinggi.
Namun demikian penyampaian Rijaluddin tetap terdengar jelas. “Saya tidak banyak pimpinan, satu permohonan saja. Ini khusus untuk gubernur saja, tidak untuk yang lain, ini permohonan kami,” jelas Rijaluddin.
”Pak gubernur, kami meminta, seluruh anggota DPRA berjumpa dengan pak gubernur tanpa pimpinan. Setuju kawan-kawan semuanya? Itu permohonan kami dari lubuk hati paling dalam. Pak gubernur kami mohon kebijaksanaannya,” ungkapnya.
Ketua Komisi V DPR Aceh itu, tidak mengungkap apa yang akan dibahas dengan Mualem termasuk alasan tidak melibatkan pimpinan lembaga.
Meski dalam interupsi ini Rijaluddin tidak mengungkap alasan dibalik keinginan Anggota DPRA bertemu Mualem secara khusus tanpa melibatkan pimpinan, hal ini dapat dibaca sebagai kelanjutan dari kisruh internal antara Anggota dan Ketua DPRA Zulfadhli yang sempat memanas beberapa hari lalu.(Adv)
