
Aceh Utara, Buana.News – Ribuan warga menghadiri peringatan Maulid Raya Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Bujang Salim, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa (25/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ulama kharismatik Aceh, Abu Haji Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, mengajak masyarakat memperkuat kepedulian dan pengawasan sosial hingga ke tingkat gampong.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayah Wa, para ulama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai gampong di Kecamatan Dewantara.
Dalam tausiah, Abu Paya Pasi menilai pencegahan berbagai persoalan sosial membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Ia meminta pemerintah, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat membangun sinergi dalam menjaga lingkungan sosial.
Salah satu persoalan yang disinggung Abu Paya Pasi adalah LGBT. Ia mendorong pengawasan di tingkat gampong diperkuat dengan melibatkan pemuda dan masyarakat sebagai bagian dari kontrol sosial.
“Kontrol sosial harus kita perkuat hingga ke setiap gampong guna mencegah berbagai kemaksiatan, seperti praktik lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Aceh,” ujar Abu Paya Pasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah di berbagai tingkatan dengan masyarakat. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Na hawa geulungkop lom nanggroe lage masa Nabi Luth. Meunyoe hana, mari bahu-membahu ta basmi LGBT,” katanya.
Abu Paya Pasi berharap kekompakan masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk menjaga Aceh Utara dan Aceh secara umum dari persoalan sosial yang menjadi perhatiannya.
“Mudah-mudahan dengan kekompakan, penyakit itu tidak masuk lagi ke Aceh Utara dan Aceh umumnya. Jika atas nama pemerintah tidak bisa melarang, maka lakukan atas nama pemuda gampong,” ujarnya.
Ketua Panitia Maulid Raya Bujang Salim, H. Abdul Azis atau Haji Azis Abad Jaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Abu Paya Pasi menjadi salah satu hal yang membuat pelaksanaan Maulid tahun ini terasa istimewa bagi masyarakat.
“Perayaan Maulid kali ini terasa sangat luar biasa, karena menghadirkan ulama kharismatik Aceh Abu Paya Pasi untuk memberikan tausiah,” ujar Haji Azis.
Ia berharap Maulid Raya tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan masyarakat Dewantara.
Camat Dewantara, Munawir, mengatakan masyarakat dari 15 gampong antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut pelaksanaan Maulid Raya kali ini merupakan kegiatan perdana yang digelar secara besar-besaran di wilayah Kecamatan Dewantara.
Munawir berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kembali semangat kebersamaan masyarakat, terutama setelah bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu.
“Alhamdulillah dengan kolaborasi dan sinergi pascabencana akhir tahun lalu, mudah-mudahan dapat memulihkan kesedihan dari masyarakat,” katanya.
Rangkaian Maulid Raya juga diisi penampilan Dike Lingik dari Dayah Darul Falah Al Azizyah Bangka Jaya dan Raudhatul Madina Ulee Reuleueng, Aceh Utara.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayah Wa mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Ia berharap berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat dalam kegiatan tersebut, seperti bersedekah makanan, menghadiri masjid, melantunkan selawat, dan menjalin silaturahmi, menjadi amal kebaikan yang memberikan keberkahan.
“Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah menjadi sebab kita memperoleh syafaat beliau di akhirat kelak,” ujar Ayah Wa.
Menurut Ayah Wa, tradisi Maulid yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh perlu terus dijaga. Tradisi tersebut, kata dia, tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung pesan keagamaan dan sosial.
Semangat gotong royong, persaudaraan, sedekah, kebersamaan, dan rasa syukur yang tumbuh dalam pelaksanaan Maulid dinilai penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda di Aceh, khususnya Aceh Utara.