Home Daerah Perkuat Karakter dan Moral, Penyuluh Kemenag Gelar Program BRUS di SMA Negeri...

Perkuat Karakter dan Moral, Penyuluh Kemenag Gelar Program BRUS di SMA Negeri 2 Lhokseumawe

Penyuluh Agama Islam Kota Lhokseumawe berfoto bersama Guru dan Pengawas Pembina SMA Negeri 2 Lhokseumawe, Rabu/4 Maret 2026.

Lhokseumawe, Buana.News – Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lhokseumawe menggelar program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Negeri 2 Lhokseumawe selama dua hari, 3–4 Maret 2026.

Kegiatan itu bertujuan memperkuat karakter serta membekali remaja dengan pemahaman keagamaan dan keterampilan hidup di tengah tantangan pergaulan modern.

Program BRUS merupakan bagian dari prioritas nasional yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 1012 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan BRUS. Program strategis Kementerian Agama tersebut menyasar remaja usia 12 hingga 19 tahun dengan materi meliputi penguatan nilai keagamaan, kesehatan remaja, manajemen diri, pembentukan akhlak mulia, serta pengembangan life skills.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Banda Sakti, Cut Putri Ainal Ma’firah, S.Sos.I, menjelaskan bahwa BRUS tidak sekadar program formalitas, melainkan lahir dari keprihatinan terhadap kondisi moral remaja saat ini.

“Kami melihat adanya berbagai penyimpangan perilaku di kalangan remaja. Karena itu, BRUS hadir untuk memperkuat kembali karakter mereka melalui metode penyampaian yang interaktif dan menyenangkan. Kami ingin menciptakan ruang dialog yang terbuka agar siswa dapat membahas tantangan dan problematika yang mereka hadapi,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 2 Lhokseumawe, Nur’akla, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pihak sekolah dan penyuluh agama. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu guru dalam memahami isu-isu aktual yang dihadapi remaja sekaligus mendukung penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Hal senada disampaikan Pengawas Pembina SMA Negeri 2 Lhokseumawe, T. Indra Jaya, S.Pd. Ia menilai pembinaan karakter remaja menjadi kebutuhan mendesak di tengah kondisi sosial yang semakin kompleks.

“Remaja saat ini cenderung memiliki kebebasan yang luas, terutama dalam pergaulan malam hari. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, dan masyarakat harus berperan aktif membina serta mengarahkan siswa agar terhindar dari penyimpangan moral,” tegasnya.

Kegiatan BRUS turut dihadiri oleh penyuluh agama Islam se-Kota Lhokseumawe dari empat kecamatan, di antaranya Lia Mauliza, S.E.I (Kecamatan Muara Dua) dan Cut Putri Ainal Ma’firah, S.Sos.I (Kecamatan Banda Sakti). Hadir pula Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Yuniar, M.Pd., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Kemalahayani, S.Pd., M.Pd.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti materi dengan antusias. Mereka mendapatkan pembinaan seputar pengembangan potensi diri, pembentukan karakter, serta motivasi dalam meraih cita-cita.

Melalui pelaksanaan BRUS ini, Kementerian Agama Kota Lhokseumawe berharap terbentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

Exit mobile version