Home Aceh Utara Peduli Akses Masyarakat, Tarmizi Panyang Kembali Pimpin Gotong Royong Perbaikan Jalan Krueng...

Peduli Akses Masyarakat, Tarmizi Panyang Kembali Pimpin Gotong Royong Perbaikan Jalan Krueng Mane–Sawang

Aceh Utara, Buana News — Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, bersama unsur Muspika Kecamatan Sawang dan masyarakat kembali turun langsung melakukan gotong royong memperbaiki akses jalan penghubung Krueng Mane–Sawang yang tembus hingga Kabupaten Bireuen, Sabtu (31/10/2026).

Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, menyusul kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah dan berlumpur akibat genangan air hujan. Perbaikan darurat dilakukan secara swadaya melalui gotong royong bersama warga dan sistem patungan untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan.

Sementara itu, material berupa batu dan pasir diperoleh melalui bantuan sejumlah perusahaan lokal yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sawang. Selain menyumbangkan material, sejumlah perusahaan juga turut memberikan dukungan berupa peminjaman alat berat untuk mempercepat proses penanganan jalan.

Tarmizi Panyang menjelaskan, pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025, sedikitnya terdapat empat titik kerusakan terparah di Kecamatan Sawang. Salah satu lokasi dengan kondisi paling parah berada di Desa Paya Rabo.

Menurutnya, perbaikan darurat terus dilakukan sembari menunggu realisasi anggaran pembangunan permanen dari Pemerintah Provinsi Aceh, mengingat ruas jalan tersebut kini telah beralih status menjadi jalan provinsi.

“Kegiatan gotong royong bersama di Jalan Sawang sudah kesekian kalinya kami lakukan. Pascabencana, ini sudah tiga kali lebih kami turun tangan agar masyarakat bisa melintas. Selama ini kondisi jalan sempat viral dan menjadi kendala besar bagi ibu guru, tenaga kesehatan, hingga aparatur kecamatan yang melintasi jalur ini,” ujar Tarmizi Panyang di lokasi kegiatan, Sabtu (31/10/2026).

Ia mengungkapkan, langkah perbaikan secara swadaya terpaksa ditempuh karena belum tersedianya pos anggaran khusus untuk penanganan darurat tersebut. Meski demikian, keterlibatan masyarakat dan dukungan pihak swasta menjadi kekuatan dalam menjaga akses transportasi tetap dapat digunakan.

“Kami berkoordinasi meminta bantuan material dan alat berat dari perusahaan yang beroperasi di Sawang. Ini adalah langkah darurat karena kondisi jalan hancur dan menjadi kubangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Tarmizi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara atas peningkatan status ruas Jalan Krueng Mane–Sawang hingga batas Kabupaten Bireuen menjadi jalan provinsi dengan panjang penanganan mencapai 28 kilometer.

“Untuk tahun 2026 ini, ruas jalan ini sudah berstatus jalan provinsi. Informasi yang kami terima, tahun ini sudah dialokasikan anggaran TKD sebesar Rp21 miliar yang telah dikerjakan sepanjang 3 kilometer,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan lanjutan melalui pemerintah provinsi dan pusat dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan hingga seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan dapat ditangani secara permanen.

Pasalnya, dari total panjang jalan sekitar 28 kilometer tersebut, kurang lebih 50 persen dilaporkan terdampak parah akibat bencana banjir. Sejumlah kawasan yang mengalami kerusakan cukup serius di antaranya Desa Riseh, Blang Gunci, Krueng Baro, serta Cot Kawat. Bahkan, beberapa titik sempat lumpuh total akibat timbunan lumpur yang cukup tebal.

Tarmizi mengimbau masyarakat agar memahami bahwa kewenangan pembangunan dan perbaikan permanen ruas jalan tersebut kini berada di tangan Pemerintah Provinsi Aceh. Namun, pemerintah kabupaten bersama Muspika, para geuchik, dan forum pemuda tetap berkomitmen melakukan penanganan darurat demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar memahami bahwa kewenangan perbaikan permanen jalan ini kini berada di tangan provinsi. Namun, untuk penanganan darurat, kami di tingkat kabupaten, Muspika, para geuchik, hingga forum pemuda akan terus bergerak bersama menjaga aksesibilitas warga tetap terbuka,” pungkasnya.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam menghadapi dampak bencana, sekaligus memastikan akses transportasi yang menjadi kebutuhan penting warga Kecamatan Sawang tetap dapat dilalui sembari menunggu pembangunan permanen direalisasikan.

Exit mobile version