Home News Nora Sirait, Perjalanan Anak Petani Menjadi Penulis Soal AKMI Nasional

Nora Sirait, Perjalanan Anak Petani Menjadi Penulis Soal AKMI Nasional

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

Medan, Buana.News – Nora Sirait, seorang guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Medan, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah hambatan untuk meraih kesuksesan.

Nora Sirait, lahir di Porsea pada 1989, ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dalam keluarga petani padi yang hidup sederhana.

Sejak kecil, ia selalu mengingat pesan orang tuanya, “Rajin-rajinlah sekolah, tuntut ilmu, agar kelak menjadi orang yang berguna dan tidak seperti orang tuamu ini.” Kata-kata itu menjadi penyemangat dan mendorongnya untuk terus belajar dan berjuang.

Nora menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), mengambil jurusan FKIP Matematika. Ia tidak hanya berhasil menyelesaikan studinya, tetapi juga meraih predikat wisudawan terbaik pada 2011.

Namun, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3 harus tertunda karena keterbatasan ekonomi. Meski begitu, semangat belajarnya tidak pernah surut.

Pada 2010, Nora memulai kariernya sebagai guru honorer di SD Muhammadiyah 03 Medan. Selama delapan tahun mengajar, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan dan menyadari bahwa pendidikan bukan sekadar mengajar di kelas, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas para pendidik.

Langkah besar dalam kariernya terjadi pada 2019, saat ia lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Tidak puas hanya menjadi guru, ia terus mengembangkan diri hingga akhirnya pada 2021, ia terpilih sebagai Fasilitator Numerasi (Fasda) MI.

Sebagai fasilitator, ia bertugas mendampingi 25 Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kota Nias dan Kota Medan. Pengalaman ini semakin membuka matanya akan pentingnya meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia.

Pada 2023, Nora kembali meraih pencapaian baru dengan menjadi penulis soal Asesmen Kompetensi Guru (AKG) tingkat TK. Keinginannya berawal dari pengalaman mengikuti AKG pada 2021, di mana ia merasa tertantang untuk memahami lebih dalam penyusunan soal berkualitas.

Tekadnya berbuah hasil ketika ia berhasil lolos seleksi tim penyusun soal AKG. Tak berhenti di situ, pada 2024, ia kembali mencatat prestasi dengan lolos seleksi sebagai penulis soal Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) Numerasi MI tingkat nasional.

Hebatnya lagi, ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Sumatera Utara dalam tim penulis soal AKMI.

Menyusun soal AKMI bukanlah tugas mudah. Seleksi yang ketat, standar kualitas tinggi, serta tanggung jawab besar membuat tugas ini menjadi tantangan tersendiri bagi Nora.

“Kualitas soal menunjukkan kualitas jati diri juga,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa ada saat-saat sulit di mana rasa lelah dan air mata mewarnai perjalanannya. Namun, baginya, setiap rintangan adalah kesempatan untuk berkembang dan membuktikan bahwa ia mampu.

Kini, berbagai kesempatan membawanya menjelajahi banyak tempat di Indonesia. Jika harus mengandalkan biaya sendiri, mungkin sulit baginya untuk bisa berkeliling ke berbagai daerah. Namun, ilmu dan kerja keras membukakan jalan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dari anak petani yang hidup sederhana, kini Nora Sirait menjadi sosok inspiratif di dunia pendidikan Indonesia. Ia membuktikan bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat belajar, seseorang bisa mencapai hal-hal luar biasa.

Perjalanannya dari guru honorer hingga fasilitator nasional menjadi bukti bahwa setiap tantangan bisa diubah menjadi peluang. Ia tidak hanya mengubah hidupnya sendiri, tetapi juga berdampak positif bagi banyak pendidik di seluruh negeri.

“Saya percaya bahwa ilmu adalah kunci untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

Nora terus melangkah, mengukir jejak dalam dunia pendidikan Indonesia—membawa harapan, inspirasi, dan semangat bagi para pendidik lainnya.

Exit mobile version