Home Pendidikan Isi Seminar Nasional di IAIN, Senator Bahas Tentang Entrepreneurship

Isi Seminar Nasional di IAIN, Senator Bahas Tentang Entrepreneurship

0
Senator Asal Aceh, H. Fachrul Razi, saat menjadi pemateri dalam seminar Nasional di Gedung FEBI Kampus IAIN Lhokseumawe, Sabtu (29/2).

Lhokseumawe Buana.News – Senator asal Aceh H. Fachrul Razi, S.I.P., M.I.P, mengisi Seminar Nasional mengangkat tema “Grand Opportunity Preview” di aula Fakultas Ekonomi Bisnis (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe. Seminar bertajuk entrepreneurship yang saat ini merupakan Program prioritas di Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA), Sabtu (29/2).

Kegiatan yang diikuti oleh seratusan mahasiswa dari berbagai jurusan Kampus IAIN Lhokseumawe, dan menghadirkan empat orang narasumber, diantaranya, AKBP Fachrorrazi SH, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe, Miftahul Rahman, Firdausi Maulida Nasyaa, S.Pd, serta Senator asal Aceh, H. Fachrul Razi S.I.P., M.I.P.

Fachrul Razi, usai kegiatan tersebut, kepada awak media mengatakan, Sekolah Pemimpin Muda Aceh, saat ini telah memiliki alumni sebanyak 6000 orang lebih, termasuk 100 orang yang mengikuti kegiatan sosialisasi Nasional tadi.

“Jadi Alumni ini akan terus bertambah dengan metode sistem pembentukan Leadership in Character Building (Kepemimpinan dalam Membangun Karakter). Ini akan terus kita lakukan di 23 kabupaten/kota di Aceh dan di seluruh kampus yang ada,” ungkap Fachrul Razi.

Lebih lanjut dikatakan, selama ini di Lhokseumawe sudah 2 kampus yang telah disosialisasikan, dan sudah memiliki Alumni, diantaranya di Universitas Malikussaleh dan Institut Agama Islam Negeri, Insya Allah ke depan nanti dirinya akan melaksanakan hal yang sama di Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe (PKL) dan Stikes.

“Rata-rata setiap kampus yang ikut SPMA di setiap kampus antar 100 sampai 300 orang mahasiswa. Kegiatan di Gedung FEBI IAIN peserta yang daftar mencapai 250 orang yang terdaftar, namun yang mendapatkan sertifikasi kelulusan hanya 100 orang lebih kurang,” Kata Fachrul.

Lebih lanjut dikatakan, sekolah Pemimpin Muda Aceh ini dibentuk karena kondisi Aceh saat ini berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, artinya, saat ini diluar Aceh ada peta isu global yang begitu cepat, baik itu Globalisasi maupun Revolusi Industri 4.0, maupun terkait one belt one road yang lebih dikenal dengan jalur sutra, dan terkait dengan global trade, perkembangan terhadap perdagangan bebas dunia.

“Namun bagaimana isu-isu global tersebut disikapi oleh anak-anak muda sekarang ini, lebih menguasai terhadap dinamika dan permasalahan yang ada, dan setidaknya mereka menguasai terhadap isu global di luar Aceh” Ujarnya.

“Dengan demikian, setidaknya mereka menjadi generasi anti korupsi dan anti terhadap penyalahgunaan Narkoba,” tambah Fachrul. “Dari itulah dalam Seminar yang kita laksanakan tadi, juga menghadirkan pemateri dari BNN dan dari pihak kepolisian,” Jelasnya.

Selain itu dalam Seminar ini juga menghadirkan pemateri yang mengerti yang tentang penguatan entrepreneurship (kewirausahaan). Karena untuk ke depan nanti SPMA lebih memperkuat terhadap dunia bisnis.

“Bagaimana menciptakan anak muda yang peka terhadap isu-isu global, memiliki kecerdasan tentang kewirausahaan dan memiliki kecerdasan tentang leadership building (membangun kepemimpinan) juga cerdas terhadap pemanfaatan teknologi serta cerdas dalam pengelolaan media sosial,” Papar Fachrul.

Fachrul Razi juga menyebutkan, Alumni SPMA dipersiapkan untuk menjadi generasi milenial dan mampu dipersiapkan untuk menjadi pemimpin Aceh masa depan.

Fachrul menjelaskan, SPMA ini salah satu organisasi yang digagasnya, beserta kurikulum yang dipersiapkan, bahan-bahan yang kita persentasikan. Walaupun kegiatan hanya berlangsung satu hari, tetapi proses cara mereka berinteraksi di dalam SPMA itu yang lebih penting. Terkait hal itu, ada yang sampai tiga tahun, bahkan ada juga telah kita kirimkan ke luar negeri. Dan ada juga yang kita utus ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan ke Level selanjutnya.

Saat ini SPMA baru memiliki tiga fase, fase pertama building and leadership fase kedua politik milenial kepedulian sosial (social awareness), dan tahun ketiga ini entrepreneurship. SPMA ingin menciptakan pemimpin muda ini memiliki jiwa kewirausahaan dan modal yang kuat.

“Nah kelemahan selama ini banyak aktivis tidak memiliki kemampuan ekonomi yang profesional, makanya kami mencoba menawarkan baru, supaya mereka memiliki income, dengan bergabung di organisasi ini,” Demikian Fachrul Razi. (Red).

Previous articlePlt Gubernur: Silaturrahmi adalah Manifestasi Syari’at Islam
Next articleWaspada Potensi Hujan Lebat di Wilayah Indonesia