Home Aceh Utara Enam Tahun Terbengkalai, Warga Teupin Mee Bangkit Bersama Normalisasi Irigasi demi Ketahanan...

Enam Tahun Terbengkalai, Warga Teupin Mee Bangkit Bersama Normalisasi Irigasi demi Ketahanan Pangan

Aceh Utara,Buana News – Semangat kebersamaan dan harapan baru terpancar dari wajah masyarakat Gampong Teupin Mee, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, saat ratusan warga turun langsung melaksanakan gotong royong membersihkan saluran irigasi, Senin, 12 Mei 2026.

Momen tersebut menjadi salah satu langkah krusial yang dilakukan Pemerintah Gampong Teupin Mee dalam menghidupkan kembali jalur irigasi persawahan yang selama enam tahun terakhir terbengkalai akibat jebolnya Bendung Krueng Pase pada 2019 silam.

Dipimpin langsung oleh Geuchik Gampong Teupin Mee, Tgk. Fazlem, kegiatan itu tidak hanya menjadi agenda gotong royong biasa, melainkan simbol kebangkitan harapan masyarakat tani yang selama bertahun-tahun harus menghadapi keterbatasan pasokan air ke areal persawahan mereka.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak antusias membawa peralatan kerja seadanya. Dengan penuh semangat, mereka membersihkan tumpukan lumpur, rumput liar, hingga material yang selama ini menghambat aliran air menuju sawah masyarakat.

Kekompakan masyarakat terlihat begitu kuat. Kaum tua, pemuda hingga para petani bahu-membahu bekerja di bawah terik matahari demi satu tujuan bersama, yakni mengembalikan kejayaan sektor pertanian di gampong mereka.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar gotong royong, tetapi bagian dari perjuangan masyarakat untuk menghidupkan kembali pertanian yang sempat terdampak akibat rusaknya bendung Krueng Pase beberapa tahun lalu,” ujar Tgk. Fazlem kepada Wartawan Buana News.

Menurutnya, program normalisasi saluran irigasi tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang kemudian dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Teupin Mee Tahun 2026.

Ia menegaskan, kelancaran aliran irigasi menjadi faktor utama dalam mendukung produktivitas pertanian masyarakat sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan di tingkat gampong.

“Ini dilakukan demi kelancaran hilirisasi air ke sawah masyarakat. Jika air lancar, maka hasil pertanian juga akan meningkat dan program ketahanan pangan bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Tak hanya fokus pada pembersihan irigasi, rangkaian kegiatan menjelang turun ke sawah di Gampong Teupin Mee juga diawali dengan pelaksanaan kenduri adat sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus doa bersama agar musim tanam tahun ini membawa keberkahan dan hasil panen yang melimpah.

Bagi masyarakat setempat, kenduri adat dan gotong royong menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya turun-temurun dalam menyambut musim tanam. Tradisi itu sekaligus memperkuat nilai persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Setelah enam tahun menghadapi kondisi sulit akibat terganggunya sistem pengairan, masyarakat kini mulai kembali menaruh harapan besar pada sektor pertanian mereka. Warga optimistis, dengan normalisasi saluran irigasi yang dilakukan secara bersama-sama, lahan persawahan yang selama ini kurang produktif akan kembali menghasilkan.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Gampong Teupin Mee pun mendapat apresiasi masyarakat karena dinilai mampu membangkitkan semangat kolektif warga dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat desa.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, semangat gotong royong warga Teupin Mee menjadi bukti bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Aceh dalam menghadapi persoalan dan membangun harapan baru untuk masa depan.

Exit mobile version