Home Aceh Utara Banjir Porak-Porandakan Mobiler SMAN 3 Putra Bangsa, Siswa Terpaksa Belajar di Lantai

Banjir Porak-Porandakan Mobiler SMAN 3 Putra Bangsa, Siswa Terpaksa Belajar di Lantai

Aceh Utara, Buana.News — Dampak banjir yang melanda wilayah Aceh Utara beberapa pekan lalu masih dirasakan oleh dunia pendidikan. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Putra Bangsa mengalami kerusakan parah pada fasilitas sekolah, sehingga para siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai akibat rusaknya mobiler sekolah.

Kondisi tersebut terlihat pada hari pertama masuk sekolah semester genap, Senin (5/1/2026), setelah libur panjang semester ganjil. Meja dan kursi yang sebelumnya digunakan siswa dilaporkan rusak berat, bahkan sebagian hilang terbawa arus banjir.

Berdasarkan pantauan Buana.News di lokasi, sejumlah ruang kelas di SMAN 3 Putra Bangsa tampak kosong tanpa mobiler. Para siswa terlihat duduk beralaskan lantai saat mengikuti kegiatan belajar mengajar karena keterbatasan fasilitas yang tersedia.

Sejumlah siswa SMAN 3 Putra Bangsa mengikuti Proses belajar mengajar dengan menggunakan Fasilitas seadanya dan duduk di lantai.

Kepala SMAN 3 Putra Bangsa, Zulkifli, M.Pd., membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, pihak sekolah tetap melaksanakan proses pembelajaran meskipun dalam keterbatasan sarana pascabanjir.

“Hari ini merupakan hari pertama masuk semester genap. Proses belajar mengajar tetap berjalan, meskipun para siswa harus duduk di lantai karena meja dan kursi sekolah rusak, bahkan sebagian terbawa arus banjir,” ujar Zulkifli.

Selain itu, Zulkifli juga mengungkapkan, kegiatan sekolah berasrama (boarding school) di SMAN 3 Putra Bangsa belum dapat dilaksanakan. Hal tersebut disebabkan oleh kerusakan fasilitas asrama yang cukup parah akibat banjir.

“Untuk sementara, kegiatan boarding school belum bisa dijalankan karena fasilitas asrama juga rusak. Namun, kami terus berupaya melakukan normalisasi dan berharap dalam beberapa hari ke depan kegiatan berasrama dapat kembali dilaksanakan,” tambahnya.

Pihak sekolah berharap perhatian dan dukungan serius dari pemerintah, terutama kementrian terkait guna membantu pemulihan fasilitas pendidikan, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal, hingga dapat memberikan kenyamanan bagi para siswa.

Exit mobile version