Beranda News Dinilai Tak Serius Dalam Penyelesaian Sengketa Lahan, SMUR Gerudhuk Kantor DPRK

Dinilai Tak Serius Dalam Penyelesaian Sengketa Lahan, SMUR Gerudhuk Kantor DPRK

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat menggelar aksi di depan Kamtor DPRK Aceh Utara.

Aceh Utara, Buana News – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR), bersama masyarakat Gampong KM VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara “Grudhuk” kantor DPRK setempat.

Kehadiran mereka ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu 13 Oktober 2021, untuk menggelar aksi protes terkait penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat KM VIII dengan PT. Setya Agung (SA).

Mahasiswa dan masyarakat menilai bahwa wakil rakyat tidak keseriusan dalam penyelesaikan sangketa lahan mereka dengan PT. Satya Agung, hal tersebut terbukti dengan molornya waktu yang telah disepakati dalam audiensi beberapa waktu lalu.

Maka dalam hal ini, SMUR bersama Masyarakat KM VIII membuat orasi untuk menyatakan sikap dan memberikan peringatan terkhir, ” Jika sampai tanggal 20 Oktober 2021 mendatang bebera poin yang akan kami sebutkan tidak dilakukan, maka kami bersama masyarakat KM VIII akan ikut mengawal lansung serta menduduki Gedung DPRK Aceh Utara hingga permasalahan konplik lahan tersebut selesai”, Kata Ikram selaku orator aksi.

Mereka juga berharap kepada Eksekutif dan Legislatif untuk segera membentuk Tim pansus penyelesaian seketa ini.

‘”Kami juga meminta Kepada DPRK Aceh Utara segera melakukan audiensi dengan polres Lhokseumawe supaya tuduhan penyerobotan lahan terhadap masyarakat KM VIII dihentikan”.

“Mendesak DPRK Aceh Utara untuk segera memanggil BPN supaya mengevaluasi kembali terkait HGU yang dikeluarkan BPN kepada PT. Satya Agung yang batasnya telah memasuki wilayah KM VIII dan telah menimbulkan konplik yang berkepanjangan”.

” DPRK harus mendesak Pemda Aceh Utara agar segera menerbitkan surat rekomendasi kepada BPN supaya dapat segera turun dan mengukur kembali batas antara HGU PT. Setya Agung dengan Gampong KM VIII”.

Melihat sepanjang rekam jejak pembahasan klonologis penyorobotan lahan oleh PT.SA hingga menimbulkan konflik sosial dan rasa kecewa masyarakat terhadap pemerintah yang dinilai proaktif dalam penyelesaian masalah sengketa lahan ini.

“Bila ini tidak segera diselesaikan, maka kami akan menurunkan masa yang lebih banyak lagi”, Tegas Ikram. (Sayful Tanlus).