Beranda Peristiwa Angin Kencang Porak-Porandakan Tiga Rumah di Aceh Barat

Angin Kencang Porak-Porandakan Tiga Rumah di Aceh Barat

Kondisi kerusakan rumah warga setelah diterjang angin kencang di Gampong Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Jumat (1/10). (BPBD)

Aceh Barat, Buana.News – Hujan yang disertai angin kencang menyebabkan tiga unit rumah warga dan satu unit sekolah dasar di Gampong Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, rusak di bagian atap, pada Jumat (1/10).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, menuturkan, berdasarkan hasil kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, peristiwa tersebut juga berdampak kepada 11 jiwa dari 3 KK. Sementara tidak ada korban jiwa meninggal dunia atas kejadian tersebut.

Baca juga :   Lagi! Kota Medan Dikepung Banjir, 5.965 Jiwa Terdampak

“Saat ini warga yang tertimpa musibah tersebut mulai memperbaiki dan membersihkan puing-puing bangunan tersebut” kata Muhari.

Sementara itu, lanjut Muhari, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca yang menyebut bahwa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Aceh hingga Sabtu (2/10). BMKG juga menetapakan Provinsi Aceh dalam status ‘Waspada’ untuk potensi dan dampak banjir bandang yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Baca juga :   Bencana Landa Tanah Air, Sepanjang Tahun 2020 Lebih dari 42.000 Rumah Warga Rusak

Muhari menjelaskan, menanggapi adanya informasi dari BMKG tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kabupaten/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait di Kabupaten/Kota dan masyarakat.

Baca juga :   Banjir Akibat Hujan Deras Rendam Enam Desa di Bireuen

“Melalui informasi tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan dan lebih meningkatkan kewaspadaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi dan ancaman bencana hydrometeorologi” demikian tutup Muhari. (Red).