Beranda Peristiwa Hujan Dengan Intensitas Tinggi Picu Banjir di Kaur, 1.501 Rumah Terendam

Hujan Dengan Intensitas Tinggi Picu Banjir di Kaur, 1.501 Rumah Terendam

Kondisi banjir di Kabupaten kaur, Provinsi Bengkulu, Rabu (29/9). (Istimewa)

Bengkulu, Buana.News – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, telah menyebabkan sungai Bintuan meluap pada Rabu (29/9), sehingga menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Terdapat tiga kecamatan dan dua desa di Kabupaten Kaur yaitu, desa Kasuk Baru, Kecamatan Tetap, desa Banteng Harapan, Kecamatan Maje dan Kecamatan Kaur Selatan yang terendam banjir dan tanah longsor.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, Ph.D. menuturkan, banjir yang melanda Kecamatan Kaur selatan dan Maje telah menyebabkan 1.501 rumah terendam air dengan ketinggian 40 – 120 Cm, satu sawah rusak ringan dan 1 rumah semi permanen mengalami rusak berat.

Baca juga :   Curah Hujan Tinggi Pemicu Banjir di Dua Kabupaten Ini

Selain itu, tambah Muhari, ada 4 titik jalan menuju Kabupaten Kaur dan desa Babat, mengalami rusak ringan akibat terendam air. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Muhari mejelaskan, BPBD Kabupaten Kaur bersama instansi terkait telah melakukan kaji cepat di daerah terdampak. Selain itu, BPBD juga membantu masyarakat dengan mendistribusikan logistik dan rehabilitasi mental serta rekonstruksi bangunan yang rusak.

Baca juga :   Kecamatan Samudra Dikepung Banjir, Bupati Perintahkan SKPK Segera Tangani Tanggul Krueng Pase

“Kondisi terkini Kabupaten Kaur, masyarakat masih membutuhkan obat-obatan, vitamin, makanan cepat saji dan peralatan kebersihan lingkungan” sebut Muhari.

Muhari menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG berlaku 29 September 2021 pukul 07.00 wib s/d 30 September 2021 pukul 07.00, yang berpotensi dampak hujan lebat untuk dampak Banjir/Bandang dapat terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu dengan status Waspada.

Baca juga :   Akibat Diguyur Hujan Sungai Pacal Meluap, 257 Rumah Terendam

“BPBD telah meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kab/Kota agar diteruskan kepada pihak terkait di Kab/Kota dan masyarakat, supaya mereka waspada terhadap ancaman bencana hydrometeorologi” kata Muhari.

Selain itu, sambung Muhari, pantauan Inarisk juga melaporkan jika Provinsi Bengkulu memiliki tingkat bahaya sedang hingga tinggi. BNPB menghimbau masyarakat untuk selalu melakukan mitigasi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi adanya potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu faktor cuaca. (Red).